Kriteria 2.5.3
Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai bagian dari intervensi lanjut dalam bentuk peran serta masyarakat terhadap masalah-masalah kesehatan
Pokok Pikiran
- Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
- Kegiatan Germas merupakan bagian terintegrasi dari intervensi lanjut terhadap masalah-masalah kesehatan yang diidentifikasi dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat dilihat dari perubahan IKS tingkat keluarga dan wilayah yang semakin membaik.
- Germas bertujuan agar masyarakat terjaga kesehatannya, tetap produktif, hidup dalam lingkungan yang bersih ditandai dengan kegiatan- kegiatan sebagai berikut:
- peningkatan edukasi hidup sehat,
- peningkatan kualitas lingkungan,
- peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit,
- penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi,
- peningkatan perilaku hidup sehat dan peningkatan aktivitas fisik.
- Sasaran Germas adalah sasaran untuk masing-masing kegiatan Germas, yaitu seluruh lapisan masyarakat, termasuk individu, keluarga dan masyarakat untuk mempraktikkan pola hidup sehat sehari-hari.
- Puskesmas berperan dalam mensukseskan Germas antara lain melalui kegiatan pemberdayaan individu dan keluarga yang diukur melalui Indeks individu dan keluarga sehat, pemberdayaan masyarakat yang diukur dengan terbentuknya UKBM dan pembangunan wilayah berwawasan kesehatan yang diukur dengan Indeks Masyarakat Sehat dan Indeks Tatanan Sehat.
- Kegiatan-kegiatan tersebut direncanakan dengan kejelasan jenis kegiatan, indikator untuk tiap kegiatan, dan terintegrasi dalam kegiatan UKM Puskesmas.
- Pelaksanaan kegiatan GERMAS melalui pemberdayaan masyarakat, keluarga dan individu diharapkan berdampak pada semakin membaiknya IKS tingkat keluarga dan wilayah dan terbentuknya UKBM
Elemen Penilaian
a)Ditetapkan sasaran Germas dalam pelaksanaan kegiatan UKM Puskesmas oleh kepala Puskesmas (R).- Sasaran Germas yang dapat diuraikan dalam dokumen RUK/RPK
- KAK kegiatan Germas.
b)Dilaksanakan penyusunan perencanaan pembinaan Germas secara terintegrasi dalam kegiatan UKM Puskesmas (D, W).- Jadwal kegiatan germas
- Bukti pelaksanaan penyusunan perencanaan pembinaan, minimal melampirkan daftar hadir notulen yang diserta dengan foto kegiatan
- Kepala Puskesmas, Pj UKM, Koordinator pelayanan UKM, dan pelaksana pelayanan UKM. Penggalian informasi terkait perencanaan pembinaan Germas.
c)Dilakukan upaya pelaksanaan pembinaan Germas yang melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait untuk mewujudkan perubahan perilaku sasaran Germas (D, W).- Bukti pelaksanaan pembinaan minimal melampirkan:
- Undangan
- Daftar Hadir
- Laporan hasil pembinaan (disertai foto bukti pelaksanaan kegiatan)
- Kepala Puskesmas, Pj UKM, Koordinator Pelayanan UKM dan pelaksana pelayanan UKM serta lintas sektor. Penggalian informasi terkait dengan pelaksanaan pembinaan Germas
- Bukti pelaksanaan pembinaan minimal melampirkan:
d)Dilakukan pemberdayaan masyarakat, keluarga dan individu dalam mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat (D, W).- Jadwal kegiatan pemberdayaan masyarakat
- Laporan hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat, keluarga dan individu dalam mewujudkan gerakan masyarakat hidup sehat (disertai dengan foto bukti pelaksanaan kegiatan).
- Kepala Puskesmas, Pj UKM, Koordinator Pelayanan UKM dan pelaksana pelayanan UKM: Penggalian informasi terkait kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diupayakan berpengaruh pada peningkatan IKS
e)Dilakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap pelaksanaan pembinaan gerakan masyarakat hidup sehat (D,W)- Bukti hasil evaluasi pelaksanaan pembinaan germas
- Bukti hasil tindak lanjut terhadap hasil evaluasi
- Kepala Puskesmas, Pj UKM, Koordinator Pelayanan UKM dan pelaksana pelayanan UKM: Penggalian informasi terkait pelaksanaan evaluasi pembinaan Germas
🌟 Integrasi Layanan Primer (ILP)
- Pemetaan Klaster: Klaster 1 (Manajemen) → Sub-klaster Pemberdayaan Masyarakat & Promosi Kesehatan (Germas).
- Kaitan dengan Siklus Hidup: Pembinaan Germas mengintegrasikan intervensi perubahan perilaku hidup sehat di 5 tatanan utama: tatanan rumah tangga (keluarga), tatanan pendidikan (sekolah/Klaster 2), tatanan tempat kerja (kantor/pabrik/Klaster 3), tatanan tempat umum (pasar/tempat ibadah/Klaster 4), dan tatanan fasyankes (Pustu/Posyandu).
- Dokumen Regulasi & Bukti Pendukung ILP:
- SK Sasaran Germas: SK Kepala Puskesmas Pajang menetapkan sasaran khusus Germas per tatanan di Kelurahan Pajang, Sondakan, dan Laweyan.
- Laporan Kemitraan Germas: Dokumen KAK Germas yang memuat indikator keberhasilan aktivitas fisik, kampanye konsumsi buah dan sayur, serta pengukuran kebugaran jasmani terpadu Lintas Sektor.
📋 Teknik Survei & Penyusunan Rekomendasi (Best Practices)
Metode Pembuktian RDOWS:
- R Regulasi: Periksa SK Penetapan Sasaran Germas dan Dokumen KAK Pembinaan Germas Puskesmas Pajang.
- D Dokumen: Siapkan bukti jadwal pembinaan Germas, notula penyusunan perencanaan Germas terintegrasi, laporan hasil pembinaan Germas per tatanan (dilengkapi undangan, daftar hadir, foto kegiatan), dokumentasi kegiatan pemberdayaan fisik bersama Lintas Sektor, serta berkas evaluasi dan rencana tindak lanjut perbaikan Germas.
- W Wawancara: Wawancara Kepala Puskesmas, PJ UKM, Koordinator Klaster, Lurah Pajang, TP-PKK Kelurahan, serta perwakilan sekolah binaan (kepala sekolah/guru UKS) mengenai dampak nyata pembinaan Germas terhadap pembiasaan hidup sehat.
Contoh Fakta Analisis Kontekstual vs Tekstual:
- ❌ Salah (Tekstual)
Fakta: Pembinaan Germas yang melibatkan lintas program dan lintas sektor di wilayah kerja Puskesmas Pajang telah berjalan dengan lancar dan dievaluasi. Analisis: Laporan pembinaan Germas sudah diarsipkan secara lengkap (Skor 10). Contoh Rekomendasi Operasional (Kalimat Perintah):
- Rekomendasi: Tingkatkan frekuensi pembinaan Germas di tatanan tempat kerja informal (seperti pedagang di Pasar Pajang) bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Surakarta untuk memperluas cakupan deteksi dini faktor risiko PTM.