Kriteria 1.4.5
Puskesmas menyusun, memelihara, melaksanakan, dan melakukan evaluasi manajemen pengamanan kebakaran termasuk sarana evakuasi.
Pokok Pikiran
- Setiap fasilitas kesehatan termasuk Puskesmas mempunyai risiko terhadap terjadinya kebakaran.
- Manajemen pengamanan kebakaran perlu disusun sebagai wujud kesiagaan Puskesmas terhadap terjadinya kebakaran.
- Jika terjadi kebakaran, pengguna layanan, petugas, dan pengunjung harus dievakuasi dan dijaga keselamatannya.
- Yang dimaksud dengan sistem proteksi adalah penyediaan proteksi kebakaran baik secara aktif maupun pasif.
- Merokok di fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi sumber terjadinya kebakaran.
- Puskesmas harus menetapkan larangan merokok di lingkungan Puskesmas, baik bagi petugas, pengguna layanan, maupun pengunjung.
- Larangan merokok wajib dipatuhi oleh petugas, pengguna layanan, dan pengunjung.
- Pelaksanaan larangan ini harus dipantau.
Elemen Penilaian
- Dilakukan manajemen pengamanan kebakaran (D, O, W).
- Bukti pelaksanaan program manajemen pengamanan sesuai huruf
(a)sampai dengan huruf(d)pada angka4.sesuai Pokok Pikiran kriteria1.4.1 - Pengamatan surveior terhadap penerapan pengamanan yang ditetapkan oleh Puskesmas seperti penerapan resiko kebakaran, penyediaan proteksi kebakaran baik aktif mau pasif, dan himbauan dilarang merokok
- Petugas Puskesmas: penggalian informasi terkait dengan penerapan manajemen risiko kebakaran
- Bukti pelaksanaan program manajemen pengamanan sesuai huruf
- Dilakukan inspeksi,pengujian dan pemeliharaan terhadap alat deteksi dini, alarm, jalur evakuasi, serta keberfungsian alat pemadam api (D, O).
- Bukti pelaksanaan dan hasil inspeksi/pengujian.
- Bukti pemeliharaan alat deteksi dini jalur evakuasi, serta keberfungsian alat pemadam api
- Dilakukan simulasi dan evaluasi tahunan terhadap manajemen pengamanan kebakaran (D, W, S).
- Bukti pelaksanaan simulasi minimal menyertakan notulen dan foto- foto kegiatan simulasi
- Bukti evaluasi tahunan terhadap program manajemen pengamanan kebakaran
- Petugas Puskesmas, pengunjung: penggalian informasi terhadap sistem pengamanan kebakaran
- Petugas Puskesmas melakukan simulasi pengamanan kebakaran
- Ditetapkan kebijakan larangan merokok bagi petugas, pengguna layanan, dan pengunjung di area Puskesmas (R, O, W).
- SK tentang larangan merokok bagi petugas, pengguna layanan, dan pengunjung di area Puskesmas
- Kepada petugas dan pengunjung : penggalian informasi terkait kebijakan larangan merokok ::
🌟 Integrasi Layanan Primer (ILP)
- Pemetaan Klaster: Klaster 1 (Manajemen) → Sub-Klaster Manajemen Keamanan & Pengamanan Kebakaran, bekerja sama dengan Klaster 4 (Penularan Penyakit & Kesling).
- Kaitan dengan Siklus Hidup: Sistem proteksi aktif (seperti ketersediaan APAR dan detektor asap) serta pasif (jalur evakuasi bebas hambatan) sangat krusial untuk melindung kelompok rentan (ibu hamil, bayi di Klaster 2, lansia keterbatasan mobilitas di Klaster 3) dari ancaman fatal akibat kebakaran dan paparan asap tebal.
- Dokumen Regulasi & Bukti Pendukung ILP:
- SK Kawasan Tanpa Rokok (KTR): Kebijakan pelarangan merokok di lingkungan Puskesmas Pajang yang diselaraskan dengan Perda Kota Surakarta tentang Kawasan Tanpa Rokok.
- Ceklis Pemeliharaan APAR & Proteksi: Kartu kontrol bulanan yang memuat status tekanan gas dan kelayakan fisik tabung APAR di setiap klaster pelayanan.
📋 Teknik Survei & Penyusunan Rekomendasi (Best Practices)
Metode Pembuktian RDOWS:
- R Regulasi: Periksa Surat Keputusan (SK) Larangan Merokok bagi staf, pasien, dan pengunjung di seluruh area Puskesmas Pajang.
- D Dokumen: Siapkan lembar laporan hasil inspeksi sistem proteksi kebakaran (alarm, detektor asap, APAR) selama 12 bulan terakhir; laporan simulasi penanggulangan kebakaran (fire drill) tahunan (menyertakan absensi, notula, skenario, foto); serta dokumen evaluasi kepatuhan larangan merokok.
- O Observasi: Amati pemasangan APAR (tinggi 120 cm dari lantai, mudah dijangkau, jarum manometer di area hijau); pastikan jalur evakuasi bersih dari barang-barang penghalang; periksa rambu arah keluar, lampu darurat (emergency light), dan titik kumpul; amati ketiadaan puntung rokok di toilet/taman.
- W Wawancara: Wawancara petugas administrasi, bidan, satpam, dan pengunjung mengenai cara penggunaan APAR (metode PASS / Pull, Aim, Squeeze, Sweep) dan jalur penyelamatan diri.
- S Simulasi: Minta staf pendaftaran atau perawat mendemonstrasikan cara memadamkan api menggunakan APAR dan teknik evakuasi pasien lumpuh/lansia.
Contoh Fakta Analisis Kontekstual vs Tekstual:
❌ Salah (Tekstual)
Fakta: Peralatan proteksi kebakaran di Puskesmas Pajang telah dipelihara dengan baik (Skor 10).
Analisis: Larangan merokok sudah dipatuhi oleh seluruh pengunjung.Contoh Rekomendasi Operasional (Kalimat Perintah):
- Rekomendasi: Singkirkan segera barang-barang bekas yang menghalangi lorong tangga darurat belakang dekat ruang PONED, lakukan pengisian ulang tekanan gas tabung APAR dekat unit Farmasi Puskesmas Pajang, serta pastikan pengisian kartu kontrol bulanan dilaksanakan disiplin oleh tim keamanan.